|
|
Entry About Shout Friends Follow D'Board |
owner
Contact Me
credits
|
Gelap , keliling aku semuanya kelihatan kelam . Aku menjerit tetapi tiada satu pun menyahut . Aku berada di mana ? aku keliru . Dihadapan aku sekarang aku ...... Aku berada di atas puncak yang tinggi . Dibawahnya aku dapat lihat dengan terang air yang jernih . Sangat cantik . Ramai orang berada di bawah sedang bermain air yang jernih . Aku dapat rasakan betapa seronoknya dunia di bawah . Saat kaki aku ingin terjun satu tangisan bergema melantun disetiap ruang . Aku mencari suara tangisan itu namun aku tidak temui . Aku malas mengendahkan suara itu lagi . Aku benar benar ingin terjun . Di saat badan aku ringan ingin jatuh ke bawah ada satu tangan menghalang . Aku pandang wajah empunya tangan . Dia ! dialah yang menangis tadi . Kenapa ? kenapa dia tidak benarkan aku pergi ?
"Jangan . itu hanya tipu daya semata mata . Jangan ikut mereka . Mereka semua telah ditipu . " Serak suaranya mengatur bahasa . Aku tidak peduli . Aku benar-benar ingin terjun . Pantas sahaja tangan aku ditarik kasar lalu membawa aku ke sebuah lorong yang sekelilingnya hanya pokok yang tebal . Jalan itu terdapat duri duri . Dia menyuruh aku lalui jalan ini katanya dihadapan sana ada pintu yang membawa aku ke tempat yang jauh lebih bermakna dari yang aku lihat tadi . 'Arghh! aku tak percaya ! Aku menjerit dalam hati . Aku ingn menengkingnya namun aku tidak sampai hati melihat raut wajahnya seperti penuh pengharapan . Aku harus buat pilihan . Jalan manakah yang mahu aku tuju . Aku makin keliru sekarang . Itu mimpi aku yang datang tiga kali beturut turut seakan akan mahu aku berfikir . Namun aku masih keliru . Apa maksud tersirat dari mimpi itu ? Aku bingung Dia ? Dia adalah orang yang yang paling mejengkelkan.dalam hidup aku . Dan malam ini aku seperti dirasuk perasaan ingin tahu . Aku menunaikan solat hajat , mencari ketenangan dan menyelesaikan masalah ini . Aku bermimpi lagi , Saat aku terjaga aku bagaikan dapat meneka maksud mimpi yang berulang itu . Air yang ku nampak jernih dan keseronokan yang aku impikan itu adalah nikmat dunia yang nampak sungguh bahagia namun itu semua hanyaah tipu daya semata . Jalan penuh duri itu adalah jalan menuju ke syurga ilahi . Air mata ku mengenang saat aku teringat wajah 'dia'. Dialah ibu ku , ibu yang sentiasa menasihati aku yang sentiasa memberikan aku semangat untuk berjuang . Namun bagi aku semua itu hanya sia sia dan menyusahkan aku . Kini barulah kusedar segala yang ibu peringatkan adalah sesuatu yang benar dan segala ini adalah demi kebaikan ku . Aku sudah salah faham selama ini . Bergegas aku ke bilik tidur ibu . Aku memandang sayu pada wajah ibu . Ibu semakin tua . Wajahnya mempunyai kedutan sedikit . Rambutnya juga punyai uban yang memutih . Matanya terpejam rapat membuatkan hati aku dilanda sayu . Akal aku tefikir andainya ibu sudah tiada apakah aku mampu tersenyum . Tanpa ibu apakah aku mampu tabah untuk menjalani hidup ni ?Adakah aku bahagia andai ibu pergi meninggalkan ku ? Aku mohon ibu , Jangan pejamkan mata mu selama lamanya sebelum aku dapat membalas jasamu ibu , Aku merayu jangan menutup matamu sebelum aku dapat mencium kemaafan mu , Aku mohon ibu ! Hati aku merintih galau . Jangan pergi ibu . Kaki ku terasa lemah . Aku melutut menghadap ibu yang sedang nyenyak tidur . Ibu , aku dah bersalah . Aku dah banyak lukakan hati mu . Aku mohon maafkanlah kesalahan aku .
Ibu,
aku memang tak melihat, hari di mana kau dilahirkan, tetapi aku yakin, hari itu pastilah hari yang indah, langit memerah jambu, awan berdesakan hendak turun, mentari mengerlingkan mata, senja pun tak ingin beranjak menjadi malam, karena gembiranya dunia, menyambut kehadiran wanita mulia.
Ibu,
aku memang tak melihat,
hari di mana aku dilahirkan,
hari yang kau senyumi, hari yang kutangisi, hari yang tak pernah kunanti, karena ketakutanku yang amat sangat, tentang sebuah balas budi, dan janji-janji bakti, yang tak mungkin kupenuhi, untuk mewujudkan harapanmu.
Ibu,
aku masih bisa melihat senyummu, kurang lebih, hampir sama seperti senyummu dulu, ketika kau melahirkanku, tetapi izinkan aku bertanya, bukankah bulan tak selamanya purnama? dan embun pagi akan diteguk binatang melata, akupun telah tak telanjang lagi, karena berbaju tebal keangkuhan, maka maafkanlah aku, |
0 Comments:
Post a Comment